TUPOKSI BIDANG :

Pasal 288

  1. Bidang Perindustrian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf g, dipimpin oleh Kepala Bidang Perindustrian, yang dalam melaksanakan tugas pokoknya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris Dinas.
  2. Bidang Perindustrian mempunyai tugas pokok pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan di bidang industri meliputi pembangunan dan pemberdayaan industri, standarisasi industri dan teknologi industri, peningkatan daya saing, penumbuhan wirausaha, penguatan kapasitas kelembagaan, pemberian fasilitas serta promosi industri dan jasa industri pada industri kecil dan menengah.
  3. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Bidang Perindustrian mempunyai fungsi:
  1. penyusunan rencana/program pembangunan dan pemberdayaan potensi industri, peningkatan daya saing, standarisasi industri dan teknologi industri, penumbuhan wirausaha, pembinaan dan pengembangan tenaga penyuluh lapangan, bantuan teknis dan pembiayaan, keterkaitan dan hubungan kemitraan, penguatan kapasitas kelembagaan, pemberian fasilitas, serta promosi industri dan jasa industri;
  2. pelaksanaan rencana/program pembangunan dan pemberdayaan potensi industri, peningkatan daya saing, standarisasi industri dan teknologi industri, penumbuhan wirausaha, pembinaan dan pengembangan tenaga penyuluh lapangan, bantuan teknis dan pembiayaan, keterkaitan dan hubungan kemitraan, penguatan kapasitas kelembagaan, pemberian fasilitas, serta promosi industri dan jasa industri;
  3. pelaksanaan rencana/program pembangunan dan pemberdayaan potensi industri, peningkatan daya saing, standarisasi industri dan teknologi industri, penumbuhan wirausaha, pembinaan dan pengembangan tenaga penyuluh lapangan, bantuan teknis dan pembiayaan, keterkaitan dan hubungan kemitraan, penguatan kapasitas kelembagaan, pemberian fasilitas, serta promosi industri dan jasa industri;
  4. perencanaan, mengatur, membina, mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan tugas bawahan;
  5. pengkoordinasian tugas-tugas kedinasan kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing;
  6. pemeriksaan hasil kerja bawahan;
  7. pelaksanaan verifikasi lapangan terhadap permohonan perizinan Izin Usaha Industri (IUI) kecil dan menengah;
  8. pelaksanaan verifikasi lapangan terhadap permohonan perizinan Izin Perluasan Usaha Industri (IPUI) kecil dan menengah;
  9. pelaksanaan verifikasi lapangan terhadap permohonan perizinan izin usaha kawasan industri yang lokasinya di Kabupaten;
  10. pelaksanaan verifikasi lapangan tehadap permohonan perizinan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI) yang lokasinya di Kabupaten;
  11. penyampaian laporan informasi industri untuk Izin Usaha Industri (IUI) kecil dan perluasannya, Izin Usaha Industri (IUI) menengah dan perluasannya serta Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI) yang lokasinya di Kabupaten;
  12. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan usaha industri dalam rangka pencegahan pencemaran lingkungan;
  13. Pelaksanaan evaluasi program dan kegiatan dalam lingkup bidang;
  14. pelaksanaan administrasi di bidang industri;
  15. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan
  16. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasannya sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

Pasal 289

  1. Bidang Perindustrian membawahkan:
  1. Seksi Industri Pangan, Sandang dan Aneka;
  2. Seksi Industri Kerajinan, Logam dan Kimia; dan
  3. Seksi Pengembangan Wilayah Industri.
  1. Masing-masing Seksi dipimpin oleh Kepala Seksi yang bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Perindustrian sesuai bidang tugasnya.

Pasal 290

  1. Seksi Industri Pangan, Sandang dan Aneka sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289 ayat (1) huruf a, mempunyai tugas pokok merencanakan, merumuskan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kebijakan teknis di bidang industri pangan.
  2. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi Industri Pangan, Sandang dan Aneka mempunyai uraian tugas:
  1. menyusun program dan kegiatan Seksi Industri Pangan, Sandang dan Aneka;
  2. menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program, pangan, sandang dan aneka;
  3. menyiapkan bahan pembangunan sumber daya manusia industri, pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri, kreativitas dan inovasi, serta sumber pembiayaan di bidang industri pangan, sandang dan aneka;
  4. menyiapkan bahan pelaksanaan standardisasi dan pengolahan serta pemanfaatan sistem informasi industri di bidang industri pangan, sandang dan aneka;
  5. menyiapkan bahan bimbingan teknis perencanaan, perizinan, dan informasi industri di bidang industri pangan, sandang dan aneka;
  6. menyiapkan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia di bidang industri pangan, sandang dan aneka;
  7. menyiapkan bahan peningkatan penggunaan produk dalam negeri, dan kerja sama di bidang industri pangan, sandang dan aneka;
  8. menyiapkan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri di bidang industri pangan, sandang dan aneka;
  9. menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan, pengumpulan dan pengolahan data, serta penyajian informasi industri di bidang industri pangan, sandang dan aneka; 
  10. memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan
  11. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasannya sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

Pasal 291

  1. Seksi Industri Kerajinan, Logam dan Kimia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289 ayat (1) huruf b mempunyai tugas pokok merencanakan, merumuskan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kebijakan teknis di bidang industri pangan.
  2. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi Industri Kerajinan, Logam dan Kimia mempunyai uraian tugas:
  1. menyusun program dan kegiatan Seksi Industri Kerajinan, Logam dan Kimia;
  2. menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program industri kerajinan, logam dan kimia;
  3. menyiapkan bahan pembangunan sumber daya manusia industri, pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri, kreativitas dan inovasi, serta sumber pembiayaan di bidang industri kerajinan, logam dan kimia;
  4. menyiapkan bahan pelaksanaan standardisasi dan pengolahan serta pemanfaatan sistem informasi industri di bidang industri kerajinan, logam dan kimia;
  5. menyiapkan bahan bimbingan teknis perencanaan, perizinan, dan informasi industri di bidang industri kerajinan, logam dan kimia;
  6. menyiapkan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia di bidang industri kerajinan, logam dan kimia;
  7. menyiapkan bahan peningkatan penggunaan produk dalam negeri, dan kerja sama di bidang industri kerajinan, logam dan kimia;
  8. menyiapkan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri di bidang industri kerajinan, logam dan kimia;
  9. menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan, pengumpulan dan pengolahan data, serta penyajian informasi industri di bidang industri kerajinan, logam dan kimia; 
  10. memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan
  11. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasannya sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

Pasal 292

  1. Seksi Pengembangan Wilayah Industri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289 ayat (1) huruf c, mempunyai tugas pokok merencanakan, merumuskan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kebijakan teknis di bidang industri sandang, logam dan kimia bahan.
  2. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi Pengembangan Wilayah Industri mempunyai uraian tugas:
  1. menyusun program dan kegiatan Seksi Pengembangan Wilayah Industri;
  2. menyiapkan bahan, pengumpulan, pengolahan dan pengelolaan data dan informasi industri, kawasan industri, perkembangan peluang pasar dan teknologi industri;
  3. menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan rencana pembangunan industri Kabupaten dan pengembangan perwilayahan industri;
  4. menyiapkan kegiatan promosi sentra industri kecil dan industri menengah;
  5. merumuskan konsep pembangunan sentra industri kecil dan industri menengah;
  6. melaksanakan fasilitasi penyediaan infrastruktur pendukung sentra industri kecil dan industri menengah;
  7. melaksanakan pengembangan kerja sama teknis sentra industri kecil dan industri menengah;
  8. melaksanakan evaluasi program dan kegiatan di bidang pengembangan wilayah industri, data dan informasi industri;
  9. memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan
  10. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasannya sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

 

 

 

 

 

 

 

Data IKM Belitung Timur Tahun 2019